Tidak Menjadikanmu Pendiam

Dalam kesemrawutan, diam itu berharga seperti emas, namun berat diterapkan. Diam seperti apakah itu?

Diam yang menjadikan si pintar segan, dan jadikan si bodoh hormat. Diam dari perkataan yang jikalau diungkap, tidak berguna bagi duniamu dan juga tidak menambah bagi agamamu..

Tidak sedikitpun ku berniat menggurui dan menjadikanmu ‘pendiam’ wahai diri. Aku hanya mengajak kepada diam dari perdebatan, hujatan dan ungkapan hina, karena dulu Beliau pernah berkata,

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam…”

Sungguh, Nabi-mu dulu bukanlah sang pendiam. Hanya saja diamnya beliau adalah hikmah, dan jikapun bicara, semua perkataan adalah kebenaran untuk meluruskan peradaban. Itu saja.

~Dari jiwa teruntuk diri yang kesulitan menjaga lisan..~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *