Kita Itu Aneh

Kita itu aneh, sering mikir kemana-mana. Bahkan memikirkan sesuatu yang bukan lagi pada porsinya. Kita juga sering mikir rumit, padahal sebenarnya itu mudah.

Misal, kita mikir bagaimana besok, semingggu lagi, sebulan lagi, setahun lagi atau seratus tahun lagi. Kita juga tak kalah sering memikirkan hal yang sudah berlalu, sehingga selalu berada dalam kegamangan, kegelisahan dan ketakutan untuk hal yang tak penting. Edannya, kita juga sering berpikir seperti kita saja pencipta dunia. Untung saja belum gila!

Mari kita pikirkan saja apa-apa yang telah kita dapatkan. Pikirkan saja nikmat hidup, nikmat waras, nikmat sehat dan nikmat lainnya yang sepertinya sepele, namun itu adalah nikmat yang sangat berharga bagi sebagian orang. Ini akan menjadikan jiwa tenang dan memudahkan kita untuk selalu lebih bersyukur.

Perumpamaan. Bayangkan saja seandainya penglihatan kita tidak berfungsi lagi, atau telinga kita pekak dua-duanya. Seperti apakah jadinya kita memandang hidup ini ? Masihkah kita memikirkan yang tidak-tidak ?

Bikin hidup ini lebih sederhana dan nikmati selalu prosesnya. Prinsipnya, hari kemarin telah lewat dan besok belum tentu terjadi. Hidup kita adalah saat ini.

Masa lalu bukan untuk dipikirkan, namun adalah pelajaran. Masa depan belum pasti, tapi tetap berencana. Sekarang adalah waktunya bersyukur dan bertindak sebaik mungkin. Mari berhenti mikir aneh. Yang pasti hidup ini terlalu singkat untuk semua yang tak jelas. Seperti sebuah pameo,

Orang gila itu sedikit. Yang banyak itu adalah orang yang akan menjadi gila.

Anda mau ? Tentunya tidak, dan saya pun juga tidak. Mari tersenyum dan rehat sejenak. Insya Allah semua akan baik-baik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *