Feedly dan Mainan Baru

Sebelumnya saya ingin berterimakasih dulu ke mas Galih atas balasan komentar disalah satu posting blog beliau yang sempat saya kunjungi sebelumnya. Beliau bilang kalau blog saya ini akan di masukin ke feedly.

Jujur, sebelumnya saya tidak pernah tahu apa itu feedly. Ingin tanya segan juga rasanya. Setelah googling sebentar, baru saya paham. Ternyata hal yang seperti inilah yang pernah saya cari-cari, terutama dalam bentuk aplikasi mobile agar mudah digunakan.

Sebagai seorang yang ngaku-ngaku hobi internet, asli saya kecolongan. Prakteknya, selama ini saya hanya menggunakan cara manual dengan menandai satu-persatu feed situs/blog langganan yang biasa saya jadikan referensi bacaan. Sangat ribet, karena saya harus bergantung terus ke browser desktop.

Hanya saja aplikasi terasa agak berat ketika loading diawal. Mungkin karena kebanyakan situs yang saya tambahkan. Sebenarnya juga tidak terlalu masalah. Yang penting itu saya bisa terus update informasi tanpa harus ketik url manual lagi, terutama ketika akses lewat hp untuk situs-situs yang tidak ada sharing media sosialnya.

Saat update postingan ini saya masih berada dilapangan, sambil menyesuaikan settingan feedly di sela jeda istirahat siang. Serasa dapat mainan baru saja. 🙂

8 Comments

  1. galihsatria

    Dulu saya pakai Google Reader sebagai feed agregator, tapi setelah itu Google menutup layanannya, mungkin karena tren blog dan RSS Feed yang sudah menurun drastis, orang ramai-ramai pindah ke Feedly.

    Sama-sama mas, ikut senang kalau bermanfaat hehehe…

    Reply
  2. Buyung Sati

    Benar mas Galih.. Saya juga baru tau kalau feedly ini saudaraan sm google reader.. Bagi saya aplikasi ini top banget, apalagi bagi seorang blogger yg suka sowan ke blog multi platform..

    Sekali lagi terimakasih mas atas informasi yg tidak langsung diberikan ke saya.. 🙂

    Reply
  3. Ranger Kimi

    Sama kayak Mas Galih dulu aku juga pake Google Reader. Semenjak ditutup aku pindah ke Feedly karena Google Reader-nya menyarankan demikian. Btw, blog aku dimasukin ke Feedly juga gak? Hihihihi…

    Reply
  4. Rd

    Saya baru tau feedly saat dikasih tau paman Tyo, dulunya saya pake aplikasi feedreader, saya seneng karena simpel, lama2 repot juga karena aplikasi offline jadi harus bikin bek ap tulisan sgala.

    Reply
  5. Rohyati Sofjan

    Ponsel saya tak mendukung untuk kerja internet kelas berat, juga tak bisa pakai aplikasi tambahan selain bawaan pabrik, soalnya saya tak pakai kartu tambahan juga agar tak cepat panas karena digeber kerja berat.
    Saya baru tahu soal Feedy dari blog ini. Dunia internet selalu mnenyajikan hal baru untuk dijelajahi, ya. Akan selalu ada yang berubah dan terus diperbarui, namun intinya untuk mempermudah.

    Reply

Leave a Reply to Rohyati Sofjan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *